
- Hapus Program Atau Software Yang Tidak Pernah Anda Gunakan.
Perhatikan Juga Aplikasi-Aplikasi Yang Tidak Pernah Anda Pakai. Kita Mungkin Terbiasa Membiarkan Beberapa Program Yang Pernah Kita Install Di Waktu Yang Lalu, Tapi Mungkin Sudah Tidak Pernah Menggunakannya Lagi. Cari Aplikasi Semacam Ini Dan Uninstall Saja.
Periksa Juga Aplikasi Antivirus, Backup, Pembaca CD, Dan Lain-Lain. Aplikasi Semacam Ini Biasanya Dipanggil Saat Startup, Tinggal Di Memory Dan Membuat Komputer Anda Terasa Lambat. Jika Anda Tidak Membutuhkannya Sebaiknya Dihapus Saja.
Masuk Ke Control Panel >> Add Or Remove Programs, Uninstall Program Yang Tidak Anda Pakai.
- Batasi Program Yang Dipanggil Saat Booting / Startup.
Program Yang Umum Dipanggil Saat Startup, Antara Lain :
- Messenger ( YM, MSN, Skype ).
- Antivirus.
- Aplikasi Touchpad ( Untuk Laptop / Notebook ).
- Aplikasi Terjadwal Otomatis ( Update, Backup, Defrag, Dan Lain-Lain ).
- Defragment Harddisk.
Fragmentasi Pada Harddisk Membuat Komputer Bekerja Lebih Keras, Karena Harddisk Mencari Data / File / Program Di Lokasi Yang Terpencar-Pencar. Solusinya, Lakukan Defrag Secara Berkala Supaya Harddisk Anda Bekerja Lebih Efisien. Tekan Start >> Ketik ‘Disk Defragmenter’ Di Kolom Search.
- Bersihkan Harddisk.
- Hindari Menjalankan Banyak Program Dalam Waktu Yang Bersamaan.
- Matikan Efek-Efek Visual.
- Buka Performance Information And Tools Dengan Cara Tekan Start >> Control Panel, Di Search Box ( Kotak Pencarian ) Masukan Performance Information And Tools, Dan Pilih Performance Information And Tools Dari Hasil Pencarian.
- Pilih Adjust Visual Effects, Klik Tab Visual Effects, Dan Klik Adjust For Best Performance Dan Kemudian Klik Ok, Atau Anda Bisa Memilih Let Windows Choose What’s Best For My Computer, Supaya Tampilannya Tidak Terlalu Turun Drastis.
- Lakukan Restart.
- Cek Virus Dan Spyware.
Gunakan Antivirus Dan Antispyware Untuk Men-Scan Komputer Anda.
- Tambah Memory Dan Kecepatan Processor Anda.
- Matikan Service Yang Tidak Diperlukan.
Services Dibawah Ini Dapat Di Nonaktifkan ( Set Menjadi Manual ) :
- Application Experience.
- Computer Browser ( Jika Anda Tidak Bekerja Dalam Jaringan ).
- Desktop Window Manager Session Manager ( Jika Anda Tidak Menginginkan Efek Aero ).
- Diagnostic Policy Service.
- Distributed Link Tracking Client.
- IP Helper.
- Offline Files.
- Portable Device Enumerator Service.
- Print Spooler ( Jika Anda Tidak Punya Printer ).
- Protected Storage.
- Remote Registry ( Nonaktifkan Untuk Meningkatkan Keamanan ).
- Secondary Logon.
- Security Center.
- Server ( Jika Anda Tidak Menjalankan Jaringan Komputer ).
- Tablet PC Input Service.
- TCP/IP NetBIOS Helper.
- Themes ( Jika Anda Menggunakan Classic Theme ).
- Windows Error Reporting Service.
- Windows Media Center Service Launcher.
- Windows Search ( Jika Anda Jarang Menggunakan Fasilitan Search ).
- Windows Time ( Jika Anda Tidak Ingin Penunjuk Waktu Di komputer Di Update Secara Otomatis Melalui Internet ).
Ikuti Petunjuk Dibawah Ini Untuk Menonaktifkan Service ( Set Service Ke Manual ) :
- Buka Control Panel >> Klik Administrative Tools >> Services. Atau Tekan Start, Ketikkan service.msc Di Kolom Search, Tekan Enter.
- Jika Ada Pemberitahuan Dari UAC, Tekan Continue, Dan Jika Diperlukan Masukan Password Administrator
- Klik Kanan Pada Service Yang Ingin Anda Ubah Statusnya, Klik Properties.
- Sekarang Anda Bisa Mengeset Service Yang Anda Inginkan Menjadi Manual.
- Tekan Ok, Kemudian Lakukan Reboot.
- Sesuaikan Jumlah Core Processor.
- Tekan Start Dan Ketikkan msconfig Di Kolom Search.
- Klik Tab Boot Dan Klik Advanced.
- Cek Jumlah Core Prosesor Anda, Dan Masukan Jumlahnya ( Biasanya 2, 4 Atau 8 ).
- Klik Ok Dan Apply, Kemudian Reboot.
- Mempercepat Waktu Kill Processes.
- Klik Start, Ketikkan regedit Di Kolom Search
- Masuk Ke HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control
- Di Jendela Kanan, Klik Kanan Di WaitToKillServiceTimeOut Dan Klik Modify
- Defaultnya adalah 12000 ( 12 Detik ), Tapi Anda Dapat Mengubahnya Menjadi Lebih Cepat, Masukkan Angka 2000-20000 ( 2-20 Detik )
- Klik Ok Dan Reboot







